Tag: Program 2019-2020

Bincang Bersama Orang Tua

Bincang Bersama Orang Tua

By Dewan Pelkat PA GPIB in HUT 60, Program 2019-2020 on 18/07/2019

Salah satu anugerah terindah dalam pernikahan adalah kehadiran anak. Senyum, tawa, canda, tangis anak mewarnai kehidupan sebuah keluarga. Orangtua pastinya punya harapan terhadap anak yang di anugerahkan Tuhan. Anak pun mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang, pengasuhan dan pendidikan yang baik di dalam kehidupannya.

Menurut John Locke, anak seperti kertas putih. Lingkungan di sekitar anak yang mewarnai, menggambar di atas kertas putih tersebut. Keluarga, sekolah, gereja, teman bermain dan tetangga berada di lingkaran kehidupan anak. Keluarga adalah lingkungan yang terdekat dan mempunyai peran besar dalam perkembangan anak.
Latar belakang di atas, menjadi salah satu pemikiran Panitia HUT ke 60 Pelkat PA lingkup sinodal membuat program Bincang Bersama Orangtua atau BBO. Menyesuaikan tema tahunan Pelkat PA yaitu anak sehat dan cerdas, kami mengusung topik “Peranku menentukan masa depan anak ku”. Kami juga mempunyai kerinduan, program yang kami selenggarakan di Jakarta dapat di hadirkan ke seluruh mupel atau jemaat yang ada di luar Jakarta melalui media yang berbeda. Bagi kami, biaya jangan menjadi halangan untuk berbagi pengetahuan. Untuk itu, kami siapkan materi BBO dalam bentuk video – video pendek yang dapat di tayangkan secara mandiri di tiap mupel atau jemaat. Hanya perlu bantuan seorang moderator dalam mengatur jalannya program tersebut.
Pemahaman anak sehat dan cerdas, tidak hanya sehat secara fisik tetapi sehat secara rohani, fisik dan mental. Anak cerdas bukan hanya seorang anak yang selalu mendapat nilai tertinggi di sekolah tetapi cerdas dalam menemukan solusi apabila mengalami kesulitan, kreatif, inovatif dan lainnya. Materi ini yang kami angkat untuk di perbincangkan oleh para orangtua dengan bantuan para narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Kami mengundang Ibu Pdt Yessy Anggraini M.Th. untuk melihat dari sisi rohani, seorang dokter spesialis anak; dr Samuel B.S. Harmin, SpA dan Ibu Meyske Ritiau M.Psi., psikolog.

Akhirnya materi dan video selesai dengan pertolongan Tuhan serta bantuan banyak orang selain narasumber. Pemeran dalam video – video penunjang, juru kamera, editor serta panitia lainnya, semua bekerja sama dalam menyelesaikan materi tersebut. Beberapa orangtua juga kami libatkan dalam uji coba materi video. Kami ingin mengukur materi yang di siapkan mudah atau sulit di pahami oleh orangtua dengan berbagai latar belakang pendidikan dan sosial ekonomi.
Awal bulan Juli 2018, di saat juklak dan juknis di luncurkan, pengurus Pelkat PA GPIB Nazareth Surabaya menanggapi surat-surat tersebut dengan menyatakan akan mengadakan BBO di lingkup jemaat. Tanggapan yang di berikan kami sambut dengan sukacita. Saya sebagai koordinator bidang acara bersama dengan Kak Tanti, Ketua Dewan Pelkat Anak berangkat ke Surabaya untuk melihat langsung jalannya BBO dengan metode menggunakan video – video pendek.
Minggu, 30 September 2018 setelah ibadah minggu pagi kegiatan ini di mulai. Kurang lebih 30 orang hadir dalam kegiatan ini dan mereka antusias saling berbagi cerita dalam mendidik anak atau cucu masing-masing. Acara berlangsung kurang lebih selama 2 jam dan di akhiri dengan makan siang. Tidak lupa mug cantik di berikan oleh pengurus Pelkat PA GPIB Nazareth Surabaya kepada para orangtua yang hadir.
Kami, juga merencanakan untuk mengadakan program BBO dengan mendatangkan langsung para narasumber. Setelah berdiskusi untuk waktu yang sesuai dengan jadwal semua para narasumber dan pihak yang terkait, akhirnya di tetapkan kegiatan BBO di selenggarakan pada tanggal 22 Juni 2019 di GPIB Immanuel Jakarta. Kami mengundang orangtua dari wilayah mupel Jabansi Jabar 2 melalui surat undangan yang di kirimkan gereja. Video promosi dan flyer kami sebarkan melalui media sosial. Dengan waktu promosi yang singkat, kurang lebih 27 orang hadir dari 37 orang yang mendaftar. Walaupun jumlah yang hadir tidak terlalu banyak di bandingkan jumlah gereja yang ada di wilayah Jabansi Jabar 2, kami tetap semangat. Kak Vanda Meijer mantan Dewan Pelkat Anak periode 2010 – 2015, kami minta sebagai moderator di kegiatan ini. Waktu yang di jadwalkan selama 2 jam berjalan dengan cepat dan ternyata masih kurang. Masih banyak para orangtua yang ingin bertanya kepada para narasumber. Program selesai, para narasumber masih di hampiri para orangtua dengan pertanyaan – pertanyaan yang belum sempat di ajukan.
Berbincang, berbagi pengalaman dan mendapatkan pengetahuan yang baru, merupakan investasi bagi orangtua dalam perjalanan menyiapkan masa depan anak. Investasi tersebut tidak dapat di ukur tetapi punya nilai yang besar dalam membantu tumbuh kembang anak sebagai masa depan bangsa dan gereja khususnya.

Salam,
Lala Daoe

Cerita dari Safari Pelkes – Part 2

Cerita dari Safari Pelkes – Part 2

By Christian Dethan in ASM, Program 2019-2020 on 05/07/2019

Oleh : Zusan Rusdianto Limahelu Sukacita saling Berbagi di Pos Pelkes Mupel Jambi

Sukacita dapat merasakan kebersamaan dengan anak – anak Pelkat PA GPIB di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian, Jambi.

Semangat yang luar biasa ada pada anak – anak tersebut walaupun dengan kondisi yang jauh berbeda dengan anak – anak yang berada di kota – kota besar.

Mereka harus menempuh jarak sekitar 30 m3nit perjalanan untuk menuju tempat ibadah, tetapi mereka tidak pernah sedikitpun mengeluh, untuk melalui jalan yang belum beraspal dan berliku – liku dengan cuaca yang sangat panas di Jambi dan disebelah kiri kanan jalan adalah perekebunan kelapa sawit.

Kurang lebih 25 orang anak jemaat dan simpatisan wajah sukacita menyambut kedatangan kami dengan sangat baik, kami disambut dengan tarian selamat datang khas Jambi yang dibawakan oleh anak – anak Pelkat PA dan Pelkat PT.

Singkat cerita setelah penyambutan dan ibadah pembukaan selesai, mulailah kami berbagi pelayanan, khususnya kami utusan DPA GPIB, kami melayani anak – anak Pelkat PA di Pos Pelkes tersebut, dengan mengumpulkan mereka di suatu tempat dibelakang tempat ibadah, lalu kami mulai dengan permainan dan perkenalan, suasana hangat sudah terbangun dalam waktu tidak lama, kemudian mulailah kami membawakan Materi Bina Aku dan 3 Ber ( Berdoa, Bersyukur dan Bersemangat ).

Point Bersyukur dan Bersemangat sudah mereka miliki sebagai anak GPIB, tetapi karena lingkungan sekitar yang sangat kurang dan minoritas sehingga membuat anak – anak tersebut lebih mudah menghafal doa – doa yang diajarkan di sekolah mereka yang mayoritas muslim, inilah yang menjadi PR kami selaku utusan DPA GPIB, untuk memikirkan langkah apa yang harus dilakukan agar anak – anak tersebut rajin berdoa seperti doa yang Tuhan Yesus ajarkan.

Menyanyi dengan gerakan kami lakukan dengan ceria, kuis Alkitabpun berlangsung dengan antusias yang tinggi dari anak – anak tersebut, mereka berlomba – lomba untuk dapat menjawab semua pertanyaan yang kami berikan seputar Alkitab, dan mereka lebih bersemangat lagi ketika kami memberikan hadiah sebagai apresiasi kepada mereka yang dapat menjawab pertanyaan kami.

Membaca status teman di Facebook dan Instagram ternyata tidak hanya dilakukan anak – anak yang hidup di kota – kota besar saja, anak – anak di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian, Jambi pun sudah melakukan kegiatan itu bahkan menyita waktu mereka untuk membaca Alkitab, luar biasa dampak teknologi yang begitu pesat dan cepat sampai ke Pos Pelkes dibandingkan kegiatan Berdoa dan Membaca Alkitab.

Pengakuan mereka, hanya hari Minggu saja mereka membaca Alkitab saat beribadah bersama, tetapi setiap hari mereka rajin membaca status Facebook dan Instagram mereka masing – masing. Menjadi catatan penting buat kami DPA GPIB untuk kedepannya, apakah yang harus dilakukan untuk dapat memotivasi anak – anak tersebut agar dapat lebih rajin berdoa dan membaca Alkitab.

Di hari kedua kami berangkat ke Pos Pelkes “Getsemani” Terentang Baru, yang harus ditempuh sekitar 1- 2 jam dari Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian,  medan yang naik turun juga meliuk – liuk, jalan rusak, perkebunan kelapa sawit dan luar biasa panasnya, kami membawa semua barang – barang yang sudah dikumpulkan lewat gerakan, “Aku Suka Membagi” yang berasal dari seluruh Pelkat PA GPIB yang ada di Indonesia.

Karena waktu yang tidak memungkinkan, kami tidak dapat memberikan langsung bantuan tersebut kepada anak – anak tersebut, kami harus segera kembali ke Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian untuk melakukan Pembinaan PAUL. Sedih rasanya tidak dapat berinteraksi Bersama dengan anak – anak tersebut, apa daya kami, kami harus mentaati aturan yang sudah ditetapkan oleh Panitia Safari Pelkes GPIB 2019. Sesungguhnya sangatlah ingin kami melayani anak – anak di 4 Pos Pelkes yang ada, tetapi kondisi yang ada tidaklah memungkinkan. Menjadi catatan kami juga untuk yang akan datang agar dapat diatur lebih baik lagi

Tiba di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian dengan tubuh letih sedikit mabok darat karena medan yang luar biasa, kami sudah disambut oleh anak – anak dan juga kakak – kakak layan, mereka sudah siap untuk mengikuti Pembinaan PAUL, Pembinaan pun berjalan dengan baik, kami berusaha maksimal untuk dapat membuat mereka mengerti bahwa mereka akan berkata “Aku Penting”, siapapun aku, dimanapun aku berada, apapun aku, kondisi apapun aku, aku adalah anak GPIB yang berharga di mata Tuhan.

Ditutup dengan story telling dari seoraang anak tentang Daud dan Goliat lalu sharing kakak layan dari GPIB “Immanuel” Tempino yang adalah induk dari Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian.

Selesai sudah rangkaian kegiatan kami selama 2 hari di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian.

Mengakhiri semuanya itu kami membagikan tas sekolah, buku tulis, alat tulis, alat mewarnai, beberapa buku cerita Alkitab, beberapa Kidung Ceria, beberapa Alkitab dan juga alat peraga untuk kakak – kakak layan serta peralatan untuk membuat alat peraga dan aktivitas.

Masih ada 2 Pos Pelkes lagi yang belum sempat kami kunjungi, yaitu Pos Pelkes “Syalom” Guruh Baru dan Pos Pelkes “Bethesda” Rantau Rasau, karena terkendala dengan waktu dan jarak tempuh juga transportasi, namun semua bantuan telah kami titip kepada kakak – kakak layan yang ditugaskan di Pos Pelkes tersebut dan sudah diterima dengan sukacita oleh anak – anak layan disana.

Senangnya berbagi, pengalaman ini tak akan terlupakan sampai kapanpun, anak – anak tersebut selalu ada di hati kami, sekarang kami hanya dapat berdoa untuk mereka semua disana dan mengupayakan yang terbaik untuk mereka disana di waktu – waktu selanjutnya.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Pelkat PA GPIB juga semua yang sudah ikut membantu dengan berpartisipasi dalam gerakan “Aku Suka Membagi”, semua yang sudah kami kumpulkan sudah kami teruskan kepada anak – anak di 4 Pos Pelkes di Jambi.

Mari kita terus berempati, peduli  dan mengupayakan yang terbaik untuk sesama kita yang jauh disana, bersyukurlah kita yang hidup di kota – kota besar dengan segala fasilitas yang tercukupi.

Kiranya Tuhan Yesus Sang Kepala Gereja memberkati gerak layan kita Bersama.

Selamat tinggal Jambi, namun selalu ada di hati kami.

Zusan Rusdiarto – Limahelu
Jambi, 27 – 30 Juli 2019

Cerita dari Safari Pelkes

Cerita dari Safari Pelkes

By Christian Dethan in ASM, Program 2019-2020 on 05/07/2019

Oleh : Marlene Karinda - Kapahang Sukacita di Pos Pelkes Muara Bulian - Mupel Jambi

Muara Bulian adalah salah satu tujuan kegiatan Safari Pelkes GPIB 2019, bagian wilayah kabupaten Batanghari, Jambi. Disanalah Pos Pelayanan “Exaudia”  Muara Bulian berdiri di antara kebun kelapa sawit. Jarak tempuh dari GPIB Marturia di pusat kota Jambi kurang lebih satu jam menuju Pospel Exaudia yang merupakan bagian jemaat GPIB “Immanuel”, Tempino. Dari lorong jalan kecil hingga akhirnya masuk ke dalam perkebunan sawit yang sangat luas.  Dengan semangat dan sukacita kami berjalan sambil berlari menuju gereja. Jalan berdebu tak kami hiraukan.

Dari kejauhan nampak beberapa jemaat baik dewasa maupun anak telah menunggu kedatangan rombongan kami dan peserta Safari Pelkes lainnya. Tibalah kami di gereja dan bersalaman dengan jemaat yang ada. Lalu berkoordinasi dengan Pdt. Erien Mamengko-Hamantaw Ham untuk rencana kegiatan kami selama dua hari penuh di pos Exaudia.

Hari pertama di Bulian kami berkenalan dengan beberapa anak yang hadir bersama orangtua. Samuel, Erlan, Vanya, Juju, Ucok, Cantika, Angel, Hizkia, dan lainnya antusias ketika kami ajak duduk bersama berkenalan. Sambil menunggu para peserta Safari Pelkes beraktivitas, Samuel dkk memperlihatkan kemampuan bernyanyi juga antusias mereka menjawab pertanyaan isi Alkitab yang diberikan oleh ka Benaya, Dewan PA. Hadiah istimewa telah disiapkan untuk dibagikan pada anak yang dapat menjawab atau menceritakan kembali tokoh-tokoh Alkitab yang dikenal. Walaupun tidak semuanya dapat menjawab, anak lainnya tetap duduk manis menunggu ‘reward’ dari Kak Benaya.

Hari kedua kami awali dengan kegiatan kunjungan Pospel Terentang Baru untuk membawa bingkisan “Aku Suka Membagi”. Tak lebih dari sejam kami kembali menuju Bulian untuk bersiap pembinaan anak bersama kakak layan. Kali ini peserta anak yang hadir bertambah bahkan anak simpatisan gereja pun datang. Kakak layan dari “Immanuel”, Tempino pun ikut hadir Kak Septi, Kak Usi, Bang David, Bang Petrus. Lagu KC, “Mari Kita Bergembira” dengan gerakan mengawali pertemuan kami. Lagu K A S I H arahan gaya ka Fanny juga dinyanyikan. Menjadi anak PA GPIB yang memiliki visi/nilai : Andalkan Tuhan, Cinta Keluarga, Pantang Menyerah, dan Menjadi Berkat diberikan. Melihat antusiasme seluruh anak Bulian tentu saja membuat kami sukacita dan optimis masa depan gereja akan terus dilanjutkan. Mereka memiliki cita-cita yang ingin dicapai.

Nilai Pelayan PA GPIB yaitu peduli, komitmen, mengupayakan yang terbaik juga dibagikan. Teringat kesaksian Bang David yang tadinya hanya pemuda biasa setelah mengaku menjadi Sidi Baru memiliki semangat untuk menjadi pelayan anak. Walaupun belum cakap menyampaikan cerita tapi ia ingin berbagi dengan talentanya memainkan alat musik. Masih banyak yang ingin dibagikan namun waktu, kondisi dan situasi yang membatasi kami.

Sukacita inilah yang kiranya menjadi kekuatan kami juga pelayan PA dimanapun berada untuk terus berbagi. Tantangan selalu ada namun dapat dilalui dengan mengandalkan Tuhan Yesus.

Terima kasih untuk sukacita yang diberikan.

Marlene Kapahang

Aku Suka Membagi Bulan Pelkes 2019

Aku Suka Membagi Bulan Pelkes 2019

By Christian Dethan in Program 2019-2020 on 03/07/2019

Shalom,

Kami Dewan Pelayanan Anak GPIB periode 2015-2020 mengucapkan terima kasih atas partisipasi Bantuan sumbangan untuk Pelkat PA GPIB di Mupel Jambi untuk Pos Pelkes  Exaudia Muara Bulian , Terentang Baru, Guruh Baru , Rantau Rasau.

Terima kasih banyak untuk Jemaat :

  1. GPIB Pancaran kasih Depok
  2. GPIB Gideon Kelapa Dua Depok
  3. GPIB Markus DKI
  4. GPIB Eirene DKI
  5. GPIB Anugerah DKI
  6. GPIB Immanuel Depok
  7. GPIB Sawangan Depok
  8. GPIB Pancoran Rahmat Depok
  9. GPIB Immanuel Pare Pare
  10. GPIB Trinitas Kota Wisata Cibubur
  11. GPIB Paulus Jakarta
  12. Bahtera Kasih Makasar
  13. GPIB Immanuel surabaya
  14. GPIB Immanuel Medan
  15. GPIB Maranatha Surabaya
  16. GPIB cawang Baru

TUhan Yesus Memberkati Pelayanan Kita bersama

ASM Pelkat PA – Pelkes 2019

ASM Pelkat PA – Pelkes 2019

By Dewan Pelkat PA GPIB on 01/06/2019

Program  Aku  Suka Membagi adalah kegiatan yang terus di laksanakan untukmenanamkankepeduliandanmemberipengalamansukacitaberbagipadaanak-anaksejakdini. Identitasdirisebagaianak GPIB yang memilikisahabat di berbagaiwilayah di Indonesia diharapkanmenumbuhkan rasa banggadan rasa memiliki/menjadibagiandari GPIB.

Di tahun ini, dukungan untuk POS PELKES dalam rangka kegiatan Aku Suka Membagi Bulan Pelkes d itujukan ke Pos PELKES di Mupel Jambi . Target jumlah Pos PELKES yang menjadi penerima paket Aku Suka Membagiadalah 4 POS PELKES ( Exaudia Muara Bulian , Terentang Baru, Guruh Baru , Rantau Rasau) .

Sulitnya akses menuju Pos-Pos PELKES yang terletak di wilayah pedalaman tentunya mempengaruhi kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan IHMPA. Untuk itu, wujud kepedulian yang akan diberikan berupa

Paket bantuan dan bingkisan ASM

Buku cerita Alkitab, Buku Cita-cita ku,Tamborin, Alat praga bergambar, pensil warna, Crayon, kidung ceria, boneka tangan, Pulpen, Penggaris, penghapus, buku tulis, Tumbler, kotak pensil

Berikut rincian barang dan jumlah yang hendak dikumpulkan untuk dikirimkan ke-4 Pos PELKES :

No

Barang Jumlah No Barang

Jumlah

1 Buku Cerita Alkitab 20 Buah 8 Boneka Tangan 12 Buah
2 Buku Cita-citaku 4 Buah 9 Pulpen 100 Buah
3 Tamborin/Kecrek oval 4 Buah 10 Penggaris 100 Buah
4 Alat Peraga bergambar 12 Buah 11 Penghapus 100 Buah
5 Pensil warna 100 Buah 12 Buku Tulis 200 Buah
6 Crayon 48 Buah 13 Tumbler 120 Buah
7 Kidung Ceria 20 buah 14 Kotak Pensil 100 Buah

 

Bagi jemaat atau individu yang hendak berpartisipasi harap menghubungi melalui email:  dewanpa@gpib.or.id atau Kak Benaya Sulistyono  (HP: 087775840071 ). Dukungan diharapkan dapat terkumpul paling lambat 15 Juni 2019 .