Sejarah Pelkat PA GPIB

Persidangan Sinode (PS) GPIB ke-2, Jakarta,
Pelayanan Sekolah Ahad ada di bawah Komisi Pemuda Sinode GPIB.

PS GPIB ke-6, Jakarta.
Dibentuk Komisi Sekolah Minggu.

Konsulitasi Sekolah Minggu – GPIB Immanuel Jakarta
Dibentuk Komisi Pusat Sekolah Minggu/Kebaktian Anak (Kompus SM/KA). Peristiwa ini kemudian diingat-rayakan sebagai HUT PELKAT PA GPIB.

Kongres Kompus SM/KA ke-1 – GPIB Pniel
Dibentuk Dewan Sekolah Minggu/Kebaktian Remaja (SM/KR).

Kongres Kompus SM/KA ke-2.
Nama Sekolah Minggu berubah menjadi Kebaktian Anak sehingga tidak ada lagi disebut Dewan SM/KR tetapi Dewan KA/KR.

PS GPIB ke-13, Pandaan-Jawa Timur.
Tetap menggunakan istilah Kebaktian Anak bagi anak GPIB.

Persidangan Sinode GPIB ke-14, Denpasar.
Sudah menggunakan istilah Pelayanan Anak (PA)dan Pelayan bagi Pelayan PA dan PT; menetapkan warna logo PELKAT PA yaitu hijau muda yaitu muda belia.

HUT PELKAT PA ke-34 tahun.
Majelis Sinode menetapkan Mars PELKAT PA yang digubah oleh Alm. Bpk. M. Karatem, berjudul “Gereja yang Melayani.”

Mulai disosialisasikan istilah IMPA(Ibadah Minggu Pelayanan Anak) menggantikan istilah Sekolah Minggu; Pelayan PA menggantikan istilah Guru Sekolah Minggu.

Persidangan Sinode GPIB ke-19
Istilah IMPA diperbaiki menjadi IHMPA (Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak).

And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose.

Romans 8:18