Latest News From Our Blog

Cerita dari Safari Pelkes – Part 2

Cerita dari Safari Pelkes – Part 2

By in ASM, Program 2019-2020 on

Oleh : Zusan Rusdianto Limahelu Sukacita saling Berbagi di Pos Pelkes Mupel Jambi

Sukacita dapat merasakan kebersamaan dengan anak – anak Pelkat PA GPIB di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian, Jambi.

Semangat yang luar biasa ada pada anak – anak tersebut walaupun dengan kondisi yang jauh berbeda dengan anak – anak yang berada di kota – kota besar.

Mereka harus menempuh jarak sekitar 30 m3nit perjalanan untuk menuju tempat ibadah, tetapi mereka tidak pernah sedikitpun mengeluh, untuk melalui jalan yang belum beraspal dan berliku – liku dengan cuaca yang sangat panas di Jambi dan disebelah kiri kanan jalan adalah perekebunan kelapa sawit.

Kurang lebih 25 orang anak jemaat dan simpatisan wajah sukacita menyambut kedatangan kami dengan sangat baik, kami disambut dengan tarian selamat datang khas Jambi yang dibawakan oleh anak – anak Pelkat PA dan Pelkat PT.

Singkat cerita setelah penyambutan dan ibadah pembukaan selesai, mulailah kami berbagi pelayanan, khususnya kami utusan DPA GPIB, kami melayani anak – anak Pelkat PA di Pos Pelkes tersebut, dengan mengumpulkan mereka di suatu tempat dibelakang tempat ibadah, lalu kami mulai dengan permainan dan perkenalan, suasana hangat sudah terbangun dalam waktu tidak lama, kemudian mulailah kami membawakan Materi Bina Aku dan 3 Ber ( Berdoa, Bersyukur dan Bersemangat ).

Point Bersyukur dan Bersemangat sudah mereka miliki sebagai anak GPIB, tetapi karena lingkungan sekitar yang sangat kurang dan minoritas sehingga membuat anak – anak tersebut lebih mudah menghafal doa – doa yang diajarkan di sekolah mereka yang mayoritas muslim, inilah yang menjadi PR kami selaku utusan DPA GPIB, untuk memikirkan langkah apa yang harus dilakukan agar anak – anak tersebut rajin berdoa seperti doa yang Tuhan Yesus ajarkan.

Menyanyi dengan gerakan kami lakukan dengan ceria, kuis Alkitabpun berlangsung dengan antusias yang tinggi dari anak – anak tersebut, mereka berlomba – lomba untuk dapat menjawab semua pertanyaan yang kami berikan seputar Alkitab, dan mereka lebih bersemangat lagi ketika kami memberikan hadiah sebagai apresiasi kepada mereka yang dapat menjawab pertanyaan kami.

Membaca status teman di Facebook dan Instagram ternyata tidak hanya dilakukan anak – anak yang hidup di kota – kota besar saja, anak – anak di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian, Jambi pun sudah melakukan kegiatan itu bahkan menyita waktu mereka untuk membaca Alkitab, luar biasa dampak teknologi yang begitu pesat dan cepat sampai ke Pos Pelkes dibandingkan kegiatan Berdoa dan Membaca Alkitab.

Pengakuan mereka, hanya hari Minggu saja mereka membaca Alkitab saat beribadah bersama, tetapi setiap hari mereka rajin membaca status Facebook dan Instagram mereka masing – masing. Menjadi catatan penting buat kami DPA GPIB untuk kedepannya, apakah yang harus dilakukan untuk dapat memotivasi anak – anak tersebut agar dapat lebih rajin berdoa dan membaca Alkitab.

Di hari kedua kami berangkat ke Pos Pelkes “Getsemani” Terentang Baru, yang harus ditempuh sekitar 1- 2 jam dari Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian,  medan yang naik turun juga meliuk – liuk, jalan rusak, perkebunan kelapa sawit dan luar biasa panasnya, kami membawa semua barang – barang yang sudah dikumpulkan lewat gerakan, “Aku Suka Membagi” yang berasal dari seluruh Pelkat PA GPIB yang ada di Indonesia.

Karena waktu yang tidak memungkinkan, kami tidak dapat memberikan langsung bantuan tersebut kepada anak – anak tersebut, kami harus segera kembali ke Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian untuk melakukan Pembinaan PAUL. Sedih rasanya tidak dapat berinteraksi Bersama dengan anak – anak tersebut, apa daya kami, kami harus mentaati aturan yang sudah ditetapkan oleh Panitia Safari Pelkes GPIB 2019. Sesungguhnya sangatlah ingin kami melayani anak – anak di 4 Pos Pelkes yang ada, tetapi kondisi yang ada tidaklah memungkinkan. Menjadi catatan kami juga untuk yang akan datang agar dapat diatur lebih baik lagi

Tiba di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian dengan tubuh letih sedikit mabok darat karena medan yang luar biasa, kami sudah disambut oleh anak – anak dan juga kakak – kakak layan, mereka sudah siap untuk mengikuti Pembinaan PAUL, Pembinaan pun berjalan dengan baik, kami berusaha maksimal untuk dapat membuat mereka mengerti bahwa mereka akan berkata “Aku Penting”, siapapun aku, dimanapun aku berada, apapun aku, kondisi apapun aku, aku adalah anak GPIB yang berharga di mata Tuhan.

Ditutup dengan story telling dari seoraang anak tentang Daud dan Goliat lalu sharing kakak layan dari GPIB “Immanuel” Tempino yang adalah induk dari Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian.

Selesai sudah rangkaian kegiatan kami selama 2 hari di Pos Pelkes “Exaudia” Muara Bulian.

Mengakhiri semuanya itu kami membagikan tas sekolah, buku tulis, alat tulis, alat mewarnai, beberapa buku cerita Alkitab, beberapa Kidung Ceria, beberapa Alkitab dan juga alat peraga untuk kakak – kakak layan serta peralatan untuk membuat alat peraga dan aktivitas.

Masih ada 2 Pos Pelkes lagi yang belum sempat kami kunjungi, yaitu Pos Pelkes “Syalom” Guruh Baru dan Pos Pelkes “Bethesda” Rantau Rasau, karena terkendala dengan waktu dan jarak tempuh juga transportasi, namun semua bantuan telah kami titip kepada kakak – kakak layan yang ditugaskan di Pos Pelkes tersebut dan sudah diterima dengan sukacita oleh anak – anak layan disana.

Senangnya berbagi, pengalaman ini tak akan terlupakan sampai kapanpun, anak – anak tersebut selalu ada di hati kami, sekarang kami hanya dapat berdoa untuk mereka semua disana dan mengupayakan yang terbaik untuk mereka disana di waktu – waktu selanjutnya.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Pelkat PA GPIB juga semua yang sudah ikut membantu dengan berpartisipasi dalam gerakan “Aku Suka Membagi”, semua yang sudah kami kumpulkan sudah kami teruskan kepada anak – anak di 4 Pos Pelkes di Jambi.

Mari kita terus berempati, peduli  dan mengupayakan yang terbaik untuk sesama kita yang jauh disana, bersyukurlah kita yang hidup di kota – kota besar dengan segala fasilitas yang tercukupi.

Kiranya Tuhan Yesus Sang Kepala Gereja memberkati gerak layan kita Bersama.

Selamat tinggal Jambi, namun selalu ada di hati kami.

Zusan Rusdiarto – Limahelu
Jambi, 27 – 30 Juli 2019