Latest News From Our Blog

Bincang Bersama Orang Tua

Bincang Bersama Orang Tua

By in HUT 60, Program 2019-2020 on

Salah satu anugerah terindah dalam pernikahan adalah kehadiran anak. Senyum, tawa, canda, tangis anak mewarnai kehidupan sebuah keluarga. Orangtua pastinya punya harapan terhadap anak yang di anugerahkan Tuhan. Anak pun mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang, pengasuhan dan pendidikan yang baik di dalam kehidupannya.

Menurut John Locke, anak seperti kertas putih. Lingkungan di sekitar anak yang mewarnai, menggambar di atas kertas putih tersebut. Keluarga, sekolah, gereja, teman bermain dan tetangga berada di lingkaran kehidupan anak. Keluarga adalah lingkungan yang terdekat dan mempunyai peran besar dalam perkembangan anak.
Latar belakang di atas, menjadi salah satu pemikiran Panitia HUT ke 60 Pelkat PA lingkup sinodal membuat program Bincang Bersama Orangtua atau BBO. Menyesuaikan tema tahunan Pelkat PA yaitu anak sehat dan cerdas, kami mengusung topik “Peranku menentukan masa depan anak ku”. Kami juga mempunyai kerinduan, program yang kami selenggarakan di Jakarta dapat di hadirkan ke seluruh mupel atau jemaat yang ada di luar Jakarta melalui media yang berbeda. Bagi kami, biaya jangan menjadi halangan untuk berbagi pengetahuan. Untuk itu, kami siapkan materi BBO dalam bentuk video – video pendek yang dapat di tayangkan secara mandiri di tiap mupel atau jemaat. Hanya perlu bantuan seorang moderator dalam mengatur jalannya program tersebut.
Pemahaman anak sehat dan cerdas, tidak hanya sehat secara fisik tetapi sehat secara rohani, fisik dan mental. Anak cerdas bukan hanya seorang anak yang selalu mendapat nilai tertinggi di sekolah tetapi cerdas dalam menemukan solusi apabila mengalami kesulitan, kreatif, inovatif dan lainnya. Materi ini yang kami angkat untuk di perbincangkan oleh para orangtua dengan bantuan para narasumber yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Kami mengundang Ibu Pdt Yessy Anggraini M.Th. untuk melihat dari sisi rohani, seorang dokter spesialis anak; dr Samuel B.S. Harmin, SpA dan Ibu Meyske Ritiau M.Psi., psikolog.

Akhirnya materi dan video selesai dengan pertolongan Tuhan serta bantuan banyak orang selain narasumber. Pemeran dalam video – video penunjang, juru kamera, editor serta panitia lainnya, semua bekerja sama dalam menyelesaikan materi tersebut. Beberapa orangtua juga kami libatkan dalam uji coba materi video. Kami ingin mengukur materi yang di siapkan mudah atau sulit di pahami oleh orangtua dengan berbagai latar belakang pendidikan dan sosial ekonomi.
Awal bulan Juli 2018, di saat juklak dan juknis di luncurkan, pengurus Pelkat PA GPIB Nazareth Surabaya menanggapi surat-surat tersebut dengan menyatakan akan mengadakan BBO di lingkup jemaat. Tanggapan yang di berikan kami sambut dengan sukacita. Saya sebagai koordinator bidang acara bersama dengan Kak Tanti, Ketua Dewan Pelkat Anak berangkat ke Surabaya untuk melihat langsung jalannya BBO dengan metode menggunakan video – video pendek.
Minggu, 30 September 2018 setelah ibadah minggu pagi kegiatan ini di mulai. Kurang lebih 30 orang hadir dalam kegiatan ini dan mereka antusias saling berbagi cerita dalam mendidik anak atau cucu masing-masing. Acara berlangsung kurang lebih selama 2 jam dan di akhiri dengan makan siang. Tidak lupa mug cantik di berikan oleh pengurus Pelkat PA GPIB Nazareth Surabaya kepada para orangtua yang hadir.
Kami, juga merencanakan untuk mengadakan program BBO dengan mendatangkan langsung para narasumber. Setelah berdiskusi untuk waktu yang sesuai dengan jadwal semua para narasumber dan pihak yang terkait, akhirnya di tetapkan kegiatan BBO di selenggarakan pada tanggal 22 Juni 2019 di GPIB Immanuel Jakarta. Kami mengundang orangtua dari wilayah mupel Jabansi Jabar 2 melalui surat undangan yang di kirimkan gereja. Video promosi dan flyer kami sebarkan melalui media sosial. Dengan waktu promosi yang singkat, kurang lebih 27 orang hadir dari 37 orang yang mendaftar. Walaupun jumlah yang hadir tidak terlalu banyak di bandingkan jumlah gereja yang ada di wilayah Jabansi Jabar 2, kami tetap semangat. Kak Vanda Meijer mantan Dewan Pelkat Anak periode 2010 – 2015, kami minta sebagai moderator di kegiatan ini. Waktu yang di jadwalkan selama 2 jam berjalan dengan cepat dan ternyata masih kurang. Masih banyak para orangtua yang ingin bertanya kepada para narasumber. Program selesai, para narasumber masih di hampiri para orangtua dengan pertanyaan – pertanyaan yang belum sempat di ajukan.
Berbincang, berbagi pengalaman dan mendapatkan pengetahuan yang baru, merupakan investasi bagi orangtua dalam perjalanan menyiapkan masa depan anak. Investasi tersebut tidak dapat di ukur tetapi punya nilai yang besar dalam membantu tumbuh kembang anak sebagai masa depan bangsa dan gereja khususnya.

Salam,
Lala Daoe